www.sportjatim.com

Switch to desktop

Persiapan Chris John 90 Persen

PERSIAPAN pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John untuk menghadapi penantangnya, Satoshi Hosono (Jepang), di Senayan, Jakarta, 14 April 2013, sudah mencapai 90 persen.

Pemegang rekor bertarung 48 kali menang (22 di antaranya KO) dan dua kali seri itu, mengatakan, dirinya masih fokus latihan dengan mitra tanding.

"Saya membawa petinju Sasana Herry`s Gym, Matt Garlet, sebagai sparring partner saya selama menjalani latihan lanjutan di Jakarta," kata petinju dengan julukan The Dragon tersebut.

Menurut suami mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati, tersebut, dirinya belum tahu jadwal latihan dengan mitra tanding selama di Jakarta ini sampai kapan. "Saya belum tahu sampai kapan, tetapi yang pasti saya masih fokus latihan dengan sparring," katanya.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan berlatih dengan juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan selama masa persiapan di Jakarta, ayah dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) ini mengatakan, belum tahu soal itu.

"Kalau berlatih tanding dengan Daud Yordan, saya belum tahu, tetapi sepertinya tidak," kata petinju yang terakhir kali mempertahankan gelar saat menang angka atas petinju Thailand, Chonlatarn Piriyapinyo, di Singapura, 9 November 2012, ini.

Pertarungan melawan petinju Jepang mendatang merupakan ke-18 kali bagi Chris John untuk mempertahankan gelar juara dunia setelah merebutnya dari tangan petinju Kolombia Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003.

Daud Yordan, yang juga akan bertarung pada partai perebutan gelar melawan petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyaka bersamaan dengan Chris John tersebut, juga akan menjalani latihan lanjutan di Jakarta hingga pertarungan mendatang.

Dimutakhirkan terakhir pada Rabu, 03 April 2013 08:20

hit: 377

Pacquiao Maunya Hanya Lawan Marquez

PETINJU Manny Pacquiao  mengaku saat ini hanya  fokus terhadap Juan Manuel Marquez. Tapi, Marquez masih jual mahal, sehingga Pacquiao belum bisa tenang.

Manny Pacquiao belum bisa tidur nyenyak. Sebab, sampai saat ini keinginannya untuk duel kali ke-5  dengan Juan Manuel Marquez belum tercapai. Marquez masih jual mahal dengan tarif masih sangat tinggi. Itu yang menyebabkan Pacquiao terus dihantui ketidakpastian. Apalagi belakangan Marquez melontarkan keinginannya melawan Timothy Bradley.

Meski begitu, Pacquiao yakin Marquez takkan lari darinya. Sebab, kalau melawan Bradley, ia takkan mendapatkan banyak uang. Apalagi menjelang pensiun, tentu Marquez membutuhkan banyak uang untuk masa depannya. "Saya percaya Marquez sangat membutuhkan saya," tukas Marquez.

Rencananya, duel kali ke-5 mereka akan terjadi pada Pertengahan September mendatang. Kenapa waktunya masih lama? Karena Marquez belum menyetujui bayaran yang dimintanya kepada promotor. Bila semuanya sudah oke, megatarung itu pasti segera direalisasikan. Jadi, kita tunggu saja tawaran Marquez itu bisa dipenuhi Arum sehingga megatarung yang sudah dinanti-nantikan dunia itu bsa terlaksana.

Dimutakhirkan terakhir pada Selasa, 02 April 2013 19:37

hit: 471

Indonesia Kena Sanksi WBC

INDONESIA  kembali terkena sanksi dari Dewan Tinju Dunia (WBC) sejak pertengahan Februari sampai batas waktu yang tidak ditentukan terkait kematian petinju profesional yang terjadi akhir-akhir ini.

Menurut Perwakilan WBC di Indoensia Chandru G Lalwani yang dihubungi di Jakarta, Kamis, sanksi tersebut berupa larangan bagi petinju berperingkat di Badan Tinju WBC bertanding di Indonesia.

Sebaliknya, larangan itu juga berlaku bagi petinju Indonesia yang akan bertanding keluar negeri, baik di Badan Tinju WBC maupun yang berafiliasi ke WBC.

"Ada 9 Federasi yang berafiliasi ke WBC dan Indonesia berada di bawah Oriental Pacific Boxing Federation atau OPBF, cukup banyak juga petinju kita yang bertengger di Badan Tinju ini," kata Chandru G Lalawani yang pernah mengemban tugas di Pengurus Harian KTI Pusat.

Menurut Chandru, sanksi yang dijatuhkan WBC ke Indonesia ini adalah untuk kedua kalinya setelah pada tahun 2005, dimana ketika itu WBC menjatuhkan sanksi selama 6 bulan akibat kasus serupa.

Meskipun menjatuhkan sanksi, WBC kala itu memberikan bantuan berupa kepelatihan kepada manajer dan pelatih tinju di Indonesia.

Dikatakan Chandru G Lalwani, sebenarnya sanksi WBC kepada Indonesia ini akan dijatuhkan pada November 2012 lalu, ketika berlangsung Konvensi WBC di Meksiko pada waktu itu.

"Namun pada waktu itu WBC batal menjatuhkan sanksi. Tetapi ketika muncul lagi kasus kematian awal Januari 2013 lalu, maka selang beberapa pekan WBC langsung mengadakan voting dan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia," kata Chandru G Lalwani.

Dimutakhirkan terakhir pada Kamis, 07 Maret 2013 23:45

hit: 387

Hopkins Pecahkan Rekor

BERNARD Hopkins menjadi petinju tertua yang memenangi gelar juara dunia dan memecahkan rekornya sendiri di usianya yang ke-48, dengan menaklukan Travoris Could, Minggu.

Hopkins menaklukan Cloud yang berusia 17 tahun lebih muda darinya itu dalam 12 ronde, untuk merebut sabuk kelas berat ringan IBF, sekaligus mematahkan rekornya sendiri.

"Dalam usia 40 tahun lebih masih unggul," kata Hopkins, "Saya mengukir sejarah, saya mencetak sejarah dengan menghancurkan juara berusia muda dan Anda tidak akan pernah melihat mereka lagi," ujarnya.

Hopkins saat menginjak usia 46 tahun di 2011, mengalahkan petinju Kanada Jean Pascal dan merebut sabuk kelas berat ringan WBC.

Kini, 25 tahun sepanjang karir profesionalnya, Hopkins mencetak lagi sejarah.

"Saya mengandalakan kecepatan dan refleks yang masih saya miliki di usai ke-48 ini," kata dia.

"Saya mengikuti semua rencana. Sebenarnya saya hanya mendapat sedikit waktu untuk pemanasan. Saya katakan sebelum laga, saya akan memberikan kombinasi pukulan. Saya mencoba untuk melesatkan empat atau lima pukulan ekstra yang jarang saya lakukan," jelas Hopkins.

Hopkins melawan petinju muda Cloud yang tidak terkalahkan sebelumnya, unggul di nilai yang diberikan semua juri, 117-111, 116-112 dan 116-112.

Petinju gaek ini juga mencatat 41 persen pukulannya mengenai sasaran dengan 110 tepat dari 227 kali pukulan keras.

Hopkins melesatkan pukulan mematikannya di ronde ke-6 yang masuk ke sebelah mata kiri Cloud yang telah lima kali berhasil mempertahankan gelarnya.

Sang pelatih mencoba menutup luka petinju muda itu saat jeda ronde, tapi di pertengahan ronde selanjutnya, Cloud kembali berdarah.

Setelah itu, Hopkins sempat bergurau di atas ring , bahwa dia berencana untuk bertarung selama lima tahun lagi, ketika usia memasuki 50 tahun.

"Saat saya menemukan karakter permainan saya di ronde keempat atau kelima, semuanya menjadi mudah dan saya melihat banyak pukulan dari Cloud," kata Hopkins.

"Saya berbicara kepadanya, saya tidak akan disini terlalu lama hanya lima tahun lagi," katanya.

Hopkins mengalahkan Pascal untuk menjadi petinju tertua yang memenangkan gelar dunia melebihi legenda kelas berat Goerge Foreman yang membuat rekor saat usianya 45 tahun. Hopkins kini mencetak rekor tanding 53 (32 KO)- 6 dengan dua kali seri.

Cloud, yang masih berusia enam tahun ketika Hopkins memulai karir tinjunya, mencatat rekor tanding 24-1. Hopkins tidak bertarung sejak kekalahan 12 ronde dari Chad Dawson pada April 2012.

Dimutakhirkan terakhir pada Minggu, 10 Maret 2013 20:00

hit: 433

Cino:”Saya Pukul KO Dibawah Ronde 10”

PETINJU asal Kalimantan, Daud “Cino” Jordan siap memukul jatuh (KO) lawannya Simpiwe’V12’ Vetyeka dari Afrika Selatan dalam duel mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu IBO yang akan berlangsung di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (14/4) mendatang.

“Saya harus fokus dalam pertarungan ini. Saya siap menjatuhkan dia dengan KO dibawah ronde ke-10,” tandas Daud Jordan dalam wawancara khusus dengan Sportjatim.com, usai menggelar Jumpa Pers di Hotel Sultan, Selasa (5/3).

Dikatakan, persiapannya menghadapi pertarungan itu sudah cukup maksimal. Ia melakukan latihan setiap pagi hingga larut malam dan diselingi dengan mempelajari rekaman video calon lawannya itu. Seperti diketahui, petinju Afrika Selatan yang akan menjadi lawannya itu memiliki segudang prestasi. Ia pernah menjadi juara nasional 9 kali kelas bantam Afrika Selatan. Sedangkan prestasi terbaiknya adalah ketika memenangkan gelar juara WBC International Super kelas bantam dengan mengalahkan Giovanni Caro pada 2 Juli 2011 lalu.

“Saya lebih diuntungkan dalam segi usia. Simpiwe memiliki kombinasi pukulan yang cukup komplit. Selain memiliki pukulan pendek dan panjang yang cukup berbahaya,” ungkap Daud Jordan.

Meski demikian, Daud Jordan yang baru saja memiliki seorang putra dinamainya, Miguel Angel Jordan itu, berjanji akan menekan lawannya di ronde-ronde awal untuk memaksakan kemenangan KO dibawah ronde 10.

Dimutakhirkan terakhir pada Selasa, 05 Maret 2013 19:19

hit: 549