www.sportjatim.com

Switch to desktop

PRSI Jatim Terima Keputusan KONI

GAGAL total di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau, membuat cabang olahraga (cabor) renang terancam degradasi dari Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda). Terkait hal ini, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jawa Timur (Jatim) menyatakan legowo dan menerima sanksi degradasi tersebut, apabila nantinya akan benar-benar diterapkan oleh KONI Jatim.

"Kalau regulasi Puslatda mengharuskan renang harus terdegradasi karena gagal meraih medali emas, kami tidak bisa mengelak dan harus menerima konsekuensi itu," kata manajer tim renang Jatim, Reswanda Tarsoni Ade.

Pada PON 2012 di Riau, cabor renang gagal menyumbangkan satu pun medali emas dari target tujuh keping yang dibebankan oleh KONI Jatim, setelah hanya meraih delapan medali perak dan tujuh perunggu.

Hasil ini tentu saja berbalik 180 derajat, bila dibandingkan dengan raihan pada PON XVII/2008 di Kalimantan Timur. Kala itu renang menjadi pengumpul medali terbanyak, dengan menyabet 16 medali emas dari 40 nomor yang dipertandingkan.

Berdasarkan regulasi KONI Jatim, cabor yang sebelumnya masuk Puslatda tetapi kemudian gagal meraih medali emas PON atau kejurnas, harus terdegradasi dari program tersebut. Meskipun cabor tersebut adalah andalan Jatim.

Terkait hal itu, Reswanda menyatakan, jika seluruh atlet sudah berjuang maksimal memberikan kemampuan terbaik untuk meraih medali emas saat di PON kemarin. Namun, keberuntungan belum berpihak kepada Jatim.

"Misalnya Enny Susilowati yang diharapkan bisa meraih emas di nomor gaya bebas jarak pendek (50 dan 100 meter), justru kalah di laga final. Padahal, di babak semifinal dia tampil cepat dan memecahkan rekor PON," kilahnya.

Reswanda sendiri mengaku bingung dengan hasil tersebut, karena secara teknis dan non-teknis tidak ada masalah yang hinggap dalam tim renang Jatim. "Saya berani jamin, tidak ada faktor non-teknis dalam tim. Saya berani jamin hubungan antara atlet, pelatih dan manajer cukup solid," tambahnya.

Ia menjelaskan, kekuatan tim renang Jatim pada PON kali ini sangat timpang, karena lebih bertumpu pada sektor putri, sementara sektor putra kurang kompetitif. Kondisi ini berbeda dengan tim renang Jawa Barat (Jabar) yang memiliki kekuatan cukup merata, baik di sektor putra maupun putri, sehingga mereka mampu menyabet 22 medali emas dari 32 nomor yang dipertandingkan.

"Dari segi jam latihan, perenang Jatim dengan Jabar hampir sama. Faktor jam tanding yang membedakan, karena sebagian besar atlet Jatim yang kategori junior belum terbiasa dengan pola pertandingan di PON," terang Reswanda.

Terlepas dari berbagai faktor kegagalan tersebut, Reswanda secara terbuka kembali menyatakan minta maaf kepada masyarakat atas buruknya prestasi tim renang Jatim di PON 2012.

Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid menegaskan, cabor renang memang harus terdegradasi dari Puslatda dan masuk program pembinaan khusus (Binsus), untuk menyelamatkan potensi para atletnya.

Share this post